INILAH PETUALANGANKU DIBALIK KETERBATASAN (Part 1)

  Saya Darwis Setiawan Waruwu tinggal di pulau tekecil di Sumatra Utara yang sering disebut penduduk setempat "Ono Niha" atau jika di terjemahkan secara transparan dalam Bahasa Indonesia adalah anak manusia. Pulau Nias merupakan salah satu pulau terpencil dan tertinggal di Sumatra Utara. Saya memulai petualangan kepemimpinan dari SMK, lahir dari keluarga sederhana dan memiliki keterbatasan tidak menahan langkah saya untuk terus berjuang, tarik ulur saat di bangku SMP pendiam dan tidak bergaul itulah ciri khas dari diri saya, yang terkadang terisolasi sendiri sebagai pria yang tidak suka dunia pergaulan. Sejak lulus dari bangku SMP tahun 2020 yang lalu adalah hal yang paling berkesan dari sudut dan tembok yang pernah saya lalui. 

   Masa itu merupakan perubahan dari karakter pandangan dan pola pikir semenjak mulai duduk di bangku SMK tentang bagaimana saya memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman dan kebiasaan buruk untuk tidak membuka diri terhadap orang lain yang membuat saya dahulu terisolasi di masa itu. Pola yang berubah telah membawa saya berekspetasi dan berkarya saat duduk di bangku SMK. Saya mulai membuka diri untuk ingin ikut serta sebagai manusia yang sosialis melalui karya - karya sastra yang saya ciptakan di masa SMK. Hal itu tidak mudah, ada keterbatasan dan tantangan yang saya hadapi, peralihan dari pendiam ke proaktif sosialis dan organisasi adalah lelocon yang tidak bisa semua dijelaskan hanya dengan kata - kata. Inilah mengapa dalam karya puisi pertama saya saat itu berjudul "Gelisah" menggambarkan bahwa kegelisahan masih menghantui pikiran sehat saya, tidak terhenti pada tembok - tembok di SMK memulai menjadi pemimpin saat itu dengan terpilih sebagai Ketua Majelis Perwakilan Kelas mewakili mula - mula kepemimpinan tanpa pengalaman.

   Update diri terus saya lakukan dan mulai belajar bagaimana menerima kelemahan karna pandangan saat itu tidak semua sempurna, hari terus berjalan saya mulai menikmati keterbukaan terhadap semua orang dengan belajar dari apa yang mereka bisa, sampai saat menamatkan diri tahun 2023 terakhir berpidato mewakili seluruh teman - teman Angkatan ke-13 dan menitip sebuah kutipan pesan kepada adek - adek saat itu "Perkecil gaya, perbanyak usaha" semua terkesan akan pesan yang saya sampaikan dan video itu masih tersimpan rapi di arsip kehidupan saya.Apa yang saya alami adalah proses yang relevan terhadap petualangan dan perjuangan, ini masih setengah dari apa yang saya ceritakan.Tentunya episode selanjutnya akan saya bagikan dan terus ikuti blog pribadi Cerita Anak Pelosok, kesederhanaan bukan alasan untuk tidak bisa berjuang hingga sukses.

Foto Saat Menjabat
Ketua Majelis Perwakilan Kelas
SMK NEGERI 1 SOGAE'ADU
Periode 2022/2023
Ig : penulis.darwis16



© 2024 ‧ Blogger | Cerita Anak Pelosok | Pedoman Media Siber Power  

Komentar