INILAH PETUALANGANKU DI BALIK KETERBATASAN (Part 2)
Pada tahun 2023 saya tamat di bangku SMK dan tentunya keinginan dan rancangan ingin melanjutkan di Perguruan Tinggi Negeri. Saya mencoba berbagai beasiswa dimulai dari beasiswa OSIS Indonesia, KIP Kuliah namun semua memumukul mental saya saat itu ketika dinyatakan tidak lolos beasiswa ini kegagalan yang kesekian kalinya dalam perjuangan saya. Hari terus berganti, saya berada di posisi antara menyerah dan berjuang di tahun itu untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri.
Kurang komunikasi dengan orang tua karna berbagai faktor saat itu Kembali menyudutkan semangat untuk terus berjuang mendapat beasiswa ini yang juga saya sadari bahwa perjuangan tanpa dukungan penuh dari orang tua adalah nilai minus untuk maju selangkah meraih mimpi. Apa yang terjadi kegagalan, pola pikir terganggu Kembali menyadarkan jiwa ini untuk berdamai dengan keadaan yang tidak bisa di paksa terus menerus dari rancangan Sang Pencipta.
Terakhir saya mulai memberanikan diri menyampaikan apa yang menjadi rancangan saya kepada kedua orang tua dan tentunya apa yang saya pikirkan saat itu tidak nyata terjadi, mereka mendukung bahkan menitip sebuah pesan "Nak kamu anak sulung yang menjadi cerminan untuk adek - adekmu harapan kami kamu lebih terbuka dan bercerita kepada kami apa yang menjadi tujuanmu kedepan, kamulah yang meneruskan ahli waris dan pertahankanlah marwah keluarga kita di masa kamu nanti". Pesan mereka membuatku menangis di saat sendiri dan saat itu perbincangan membulatkan untuk saya dapat mendaftar di salah satu Universitas yang ada di kota Medan yaitu Universitas Mahkota Tricom Unggul. Segala persiapan berkas semua disiapkan dan mendaftarkan diri di Universitas Mahkota Tricom Unggul di kota Medan.
Hari berlalu pengumuman pun di keluarkan dan saya saat itu dinyatakan lulus dan mendapat beasiswa 65% potongan biaya perkuliahan, ini membuat kabar baik dan tidak lama itu kembali terkubur 1 hari setelah itu dimana Ayah tidak ingin saya kuliah di sana karna keraguan akan biaya hidup walaupun mendapat beasiswa 65% dari kampus. Posisi ini membuat kecewa dan menyalahkan Tuhan karna tidak adil memberikan kebahagian dan mengambilnya Kembali itulah pandangan saya saat itu, Ayah kembali menyarankan agar kuliah di Nias saja dan tentunya saya menerima keadaan itu walaupun isi hati masih berat untuk melupakan Universitas Mahkota Tricom Unggul di Kota Medan.
Kembali mendaftar di Universitas Nias dan mengikuti seluruh tahap demi tahap yang hasilnya saya di terima di sana. Terkadang kita tidak tahu rancangan Tuhan dalam hidup kita, perjalanan saya tentunya tidak berhenti di sini saja. Petualangan di balik keterbatasan saya akan tertulis di part 3, terus ikuti blog Cerita Anak Pelosok dapatkan kisah inspiratif dari petualangan nyata saya di daerah pelosok.

Komentar
Posting Komentar